Kamis, 25 Agustus 2016

Apple, Inc.

Sejarah Apple, Inc





Apple adalah kekuatan utama dalam revolusi Personal Computer (PC) yang berlangsung di tahun 1970-an dan’80s. Jadi boleh dibilang inovasi-inovasi dari Apple sangat berpengaruh terhadap perkembangan komputer hingga sekarang. Apple pernah mengalami kesulitan hingga hampir bangkrut. Semangat pantang menyerahlah yang membuat mereka tetap bertahan hingga sekarang menjadi sebuah perusahaan besar.


Sebelum Steve Wozniak bersama Steve Jobs mendirikan Apple, Steve Wozniak adalah seorang hacker. Kepandaian Steve Wozniak ini memang terlihat sejak dia masih kecil yang sangat gemar mengutak atik aljabar dan algoritma matematika. Kemampuan Steve Wozniak ini tentunya sangat berarti dalam mendongkrak hidupnya karena baik Steve Wozniak maupun Steve Jobs semasa SMA-nya tergolong orang orang dengan ekonomi menengah ke bawah.


Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan Silicon Valley berbasis di Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi komputer pribadi pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone, dan saat ini dengan Tablet PC yang di kenal dengan nama iPad. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online.


Steve Jobs dan Steve Wozniak


Sebelum membantu mendirikan Apple, Steve Wozniak adalah seorang hacker elektronik. Pada tahun 1975, dia bekerja di Hewlett-Packard dan membantu temannya Steve Jobs mendisain video game untuk Atari. Pada saat itu, Wozniak telah membeli computer time pada bermacam jenis minicomputer yang di-host oleh Call Computer, sebuah perusahaan timesharing. Wozniak melihat sebuah artikel di majalah bernama Popular Electronics edisi 1975 yang berisikan bagaimana cara untuk membuat terminal komputer sendiri. Menggunakan alat-alat yang dapat dibeli di toko, Wozniak merancang dan membuat komputer bernama Computer Conversor, sebuat video teletype yang bisa dipakai untuk mengakses minicomputer di Call Computers. Disainnya kemudian dibeli oleh Call Computers dan beberapa unit terjual.

Pada tahun 1975 Wozniak mulai menghadiri pertemuan sebuah klub bernama Homebrew Computer Club. Microcomputer baru seperti Altair 8800 dan IMSAI menginspirasinya untuk memasang sebuah mikroprosesor pada video teletype-nya untuk menjadikannya sebuah unit komputer yang lengkap.

Pada satu pertemuan Wozniak bertemu teman lamanya Steve Jobs yang tertarik akan potensi komersialisasi komputer-komputer kecil.

Steve Jobs dan Steve Wozniak sudah berteman sejak lama. Bertemu pertama kali pada tahun 1971 ketika seorang teman memperkenalkan Wozniak yang saat itu berumur 21 tahun kepada Jobs yang saat itu baru berumur 16 tahun. Jobs berhasil membujuk Wozniak untuk membuat komputer dan menjualnya.
Komputer ini bernama Apple I dan memiliki kode bootstrap pada ROM-nya yang membuatnya lebih mudah untuk dihidupkan.


Juga dikenal sebagai apple-1, merupakan awal komputer pribadi dan dibilang sebagai biangnya atau nenek moyangnya dari semua komputer apple pada masa selanjutnya. Komputer ini dirancang dan dibangun secara hand made oleh steve wozniak dan steve jobs-lah yang mempunyai ide penjualan komputer. Produk apple pertama ini pertama kali ditunjukkan ke publik pada april 1976 di homebrew computer club di palo alto, california dan mulai dijual pada juli 1976 dengan harga $ 666.66.

Jobs berhasil mendapatkan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk produksi sementara wozniak dan wayne membuat komputer-komputer tersebut. Selesai dan dikirim pada bulan juni, mereka dibayar sesuai janji oleh paul terrell. Pada akhirnya, 200 unit apple I diproduksi.


Banyak elemen design apple I dibuat karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh mereka untuk membuat sebuah prototype. Tapi dengan pendapatan dari penjualan apple I, dia bisa memulai produksi komputer yang lebih canggih, apple II; apple II diperkenalkan kepada publik pada west coast computer faire pada bulan april 1977.

Pada awal tahun 1980-an, Apple Computer menghadapi meningkatnya kompetisi dari perusahaan lain. Saingan Utama Apple Computer adalah Commodore. Namun hal tersebut tak berlangsung lama, setelah produsen computer tingkat mainframes, IBM, memasuki pasar.
Setelah 3 tahun sejak kesuksesan MAC 128k, Pada 1987 APPLE kembali meluncurkan MAC II yang ditambahi dengan dipasangnya Floppy Disk Slot (disket) serta juga memakai HardDisk sebagai penyimpan data, selain itu MAC II juga didukung 8-bit/256 Color Vide0


Komputer APPLE pertama yang layarnya berwarna, sudah ada Smiley icon-nya, dan pengaturan suara dan contrast melalui layar monitor. 
Dirilis Pada tahun 1989, nenek moyang MacBook ini dijual seharga kurang lebih $6,500, dengan berat 6kg juga dilengkapi dengan Trackball (Trackpad) dan dilengkapi dengan battery yang mampu bertahan selama 10jam.

Sempat Dipromosikan melalui film Batman & Robin, dan sudah memiliki Sound Card dan Remote Control

Konon kabarnya melalui iMac inilah APPLE dapat kembali bangkit dari kebangkrutan yang melandanya selama 2 tahun


Salah satu inovasi produk yang banyak kalangan menilai suatu kegilaan karena diproduksi tanpa menggunakan Keyboard, Mouse dan Monitor.


Pada Januari 2007, Apple memasuki pasar telepon genggam dengan memperkenalkan iPhone, yang akan dirilis pada tahun yang sama di AS. Pada saat yang sama, nama perusahaan juga akan dipangkas dengan menanggalkan kata “Computer” untuk mewakili diversifikasi produk perusahaan tersebut.

iPad dapat digunakan untuk browsing Internet, nonton film HD, Podcast, baca buku digital hingga sebagai iPod lengkap dengan speaker built-in! iPad dilengkapi dengan layar 9.7 inci yang telah mendukung multitouch.

Kaitan PIO dengan Manajemen Sumber Daya Manusia

Di Indonesia banyak pula yang merasa sulit untuk membedakan psikologi industri dan organisasi dengan manajemen sumber daya manusia (msdm). Objek studinya sama, yaitu manusia sebagai tenaga kerja. Perbedaan utama terletak pada kondisi di mana manusia sebagai tenaga kerja dipelajari. 

Perilaku manusia dipelajari dalam kaitannya dengan manajemen. Bagaimana manusia sebagai tenaga kerja dapat dimanajemeni secara efektif, merupakan pertanyaan dasar. Banyak topik-topik sama yang dibahas oleh psikologi industri dan organisasi dan manajemen sumber daya manusia, seperti seleksi tenaga kerja, pelatihan, motivasi, kepemimpinan. manajemen sumber daya manusia membahas seleksi dalam proses harus berlangsung seefisien dan seefektif mungkin. 



Dalam proses ini manajer sumber daya manusia dibantu oleh psikolog yang memastikan bahwa seleksi menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kecakapan, keterampilan, sikap, dan ciri-ciri kepribadian lain yang diperlukan pekerjaan. Manajemen sumber daya manusia memanajemeni manusia sebagai tenaga kerja, di mana prinsip efisien (biaya yang di perlukan rendah, waktu yang diperlukan singkat) dan evektivitas (sasaran paling tepat dengan mutu paling baik) perlu di perhatikan.

Penguasaan di bidang psikologi industri dan organisasi akan sangat membantu seorang sarjana psikologi yang bekerja sebagai manajer sumber daya manusia. Dalam tugas-tugas seorang manajer sumber daya manusia banyak bagian dari tugas yang memerlukan pengetahuan psikologi industri dan organisasi.

Sejarah Industri dan Psikologi Di Dunia

Tahun 1901, Walter Dill Scott berbicara tentang kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan. Tahun 1903 ia menerbitkan bukunya The Theory of Advertising, yang dipandang sebagai buku pertama yang membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja (Schultz, 1982, halaman. 8). Tahun 1913 terbit buku lain dengan judul The Psychology of Industrial Efficiency yang ditulis oleh Hugo Muensterberg. yang membahas secara lebih luas bidang dari psikologi industri.
Frederick Winslow Taylor, seorang sarjana teknik, pelopor gerakan “scientific manajement” mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan kita.
Pada masa itu mulailah para sarjana psikologi melakukan eksperimen bersama-sama dengan para teknik industri menggarap obyek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikis dari manusia sebagai tenaga kerja.
Mulai tahun 1960-an penerapan psikologi di bidang penjualan, dengan mengadakan penelitian perilaku konsumen. Sehubungan dengan hal tersebut maka dimulai kegiatan promosi melalui berbagai media untuk menarik konsumen.
Para sarjana psikologi mendalami hubungan antar manusia dalam industri, mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan, struktur dan iklim berbagai macam organisasi, pola dan gaya komunikasi, struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja.
Fred Fiedler mengemukakan teori kepemimpinan yang di kenal sebagai contigency models of leadership, yang menyatakan situasi yang berbeda membutuhkan leadership style yang berbeda pula. Dalam era ini, teori-teori organisasi mulai tumbuh dan berkembang dengan lebih banyak variasinya.
Pada masa sampai Perang Dunia II, maka Classical organization theory mendominasi ranah teori organisasi. Pada tahun 1960-an, teory organisasi berkembang dengan pesat, baik di Inggris maupun di Amerika. Dapat dikatakan sejak era 1960-an, para ahli Psikologi Industri dan Organisasi mulai terpengaruh oleh masalah-masalah orgnisasi sebagai context individu yang berbeda. Pada tahun 1971, istilah Psikologi Industri dan Organisasi mulai digunakan di kalangan akademisi dan praktisi. 
Psikologi Industri dan Organisasi ini tidak saja membicarakan hal-hal yang tradisional dalam psikologi industri seperti seleksi dan lain-lain, tetapi mulai memasukkan faktor organisasi seperti kepemimpinan, komunikasi dalam organisasi sebagai bagian dari buku-buku Psikologi Industri dan Organisasi.
Frederick Winslow Taylor, seorang sarjana tehnik, mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan stuktur faal badan anggota badan kita. Pada masa itu mulailah para sarjana psikologi eksperimen bersama-sama dengan para sarjana tehnik industri menggarap objek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikik dari manusia sebagai tenaga kerja. 
Melalui eksperimen ditemukan hukum-hukum dan prinsip-prinsip umum yang diterapkan dalam menyusun suatu proses kerja yang efisien, merancang dan membuat alat-alat yang dengan kemampuan fisik dan psikik manusia. Dengan bekerja sama dengan sarjana tehnik, para sarjana psikologi memberi keterangan tentang kapasitas dan keterbatasan manusia dalam menggunakan peralatan canggih. Para sarjana psikologi juga membantu para perancang tehnik dalam tata letak panel alat, baik yang ada dalam mobil maupun yang ada di kokpit kapal terbang.
Akhirnya pada waktu bersamaan para sarjana psikologi sebagai kelanjutan mendalami hubungan antarmanusia dalam industri mulai mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan. Mereka mempelajari strukur, iklim dan budaya dari berbagai macam organisasi, pola dan gaya dari komunikasinya, struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja. Psikologi industri dan organisaisi di indonsesia baru di kenal dan di kembangkan di Indonesia sekitar tahun 1950-an.

Pengertian Psikologi Industri dan Organisasi

Istilah Psikologi Industri dan Organisasi merupakan terjemahan dari Industrial and Organizational Psychology. perlu ditambahkan bahwa industri tidak  hanya terjemahan dari Industry tetapi mencakup juga pengertian business (perusahaan).

Psikologi Industri dan Organisasi merupakan hasil perkembangan psikologi umum, psikologi eksperimen, dan psikologi khusus. 

Dewasa ini perilaku manusia dalam kaitannya dengan kegiatan industri dan organisasi dipelajari guna pengembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang berlaku umum dalam lingkup industri dan organisasi.

Di samping itu alat-alat untuk mengukur perbedaan antarmanusia juga masih tetap dikembangkan guna meningkatkan kecermatan dalam melaksanakan pemeriksaan psikologis dengan tujuan seleksi, penempatan, pengenalan diri, penyuluhan kejuruan, pengembangan karier.

Segi penerapan dari psikologi industri dan organisasi dapat menimbulkan berbagai macam tasfiran antara lain bahwa psikologi bermanfaat bagi manajemen, bagi pimpinan dan pemilik perusahaan dan merugikan para tenaga kerja dan konsumen.

Psikologi industri dan organisasi merupakan satu keseluruhan pengetahuan (a body of knowledge) yang berisi fakta, aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Pengetahuan ini dapat disalahgunakan sehingga dapat membahayakan dan merugikan pihak-pihak lain yang terlibat. Penggunaan pengetahuan psikologi industri dan organisasi harus ditujukan untuk kepentingan dan kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat (baik perusahaan sebagai organisasi, maupun para karyawannya).



Perlu ditambahkan bahwa persepsi dan sikap terhadap penerapan psikologi industri dan organisasi menentukan arti dan manfaatnya bagi yang bersangkutan. Misalnya seorang pelamar pekerjaan yang ditolak lamarannya dalam seleksi tenaga kerja. Ia merasa dirugikan oleh pemeriksaan psikologis dalam seleksi. Persepsi dan sikap terhadap pemeriksaan psikologis negatif. Ia tidak akan mampu melihat atau percaya bahwa pemeriksaan psikologis merupakan salah satu usaha untuk mempertemukannya dengan pekerjaan yang sesuai. 

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa psikologi industri dan organisasi perlu diupayakan penggunaannya untuk kepentingan dan kemanfaatan semua pihak yang bersangkutan, dan harus disadari akan tetap adanya kemungkinan penasfiran yang negatif terhadap penerapan ilmu agar dapat dihindari timbulnya penasfiran yang keliru.

Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia :
A. Dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen,
B. Baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya.

Sejarah Psikologi dan Organisasi di Indonesia

Psikologi sebagai ilmu baru dikenal dan di kembangkan di Indonesia sekitar tahun 1950-an. Sejak kemerdekaan Indonesia di akui Belanda sekitar tahun 1949, terdapat kegiatan psikologis dengan menggunakan tes psikologi. Tes ini di lakukan oleh : 
A. Balai psychotechniek dari kementrian pendidikan, mereka melakukan tes sebagai seleksi siswa untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan teknik, dan melakukan tes Psikometris untuk keperluan penjurusan sekolah 
B. Pusat Psikologi Angkatan darat di Bandung, yang menyelenggarakan seleksi dan penjurusan bagi para anggotanya, berdasarkan pengukuran psikometris. 

Pada tanggal 3 maret 1953, di bawah pimpinan Prof. Dr. Slamet Iman Santos didirikan Lembaga Asisten Psychologi, dan Balai Psychotechniek dari kementrian Pendidikan, pengajaran dan Kebudayaan RI dilebur ke dalamnya menjadi bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan. 

Bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan sekarang menjadi bagian Psikologi dan Organisasi. Psikologi industri yang merupakan cabang dari Psikologi yang ketika itu hanya menerapkan penggunaan tes dalam rangka seleksi dan penjurusan sekolah sejak itu berubah menjadi ilmu yang dapat dikembangkan teorinya melalui penelitian-penelitian.

Pengembangan psikologi industri dan organisasi di pelopori oleh Bagian Psikologi Industri dan Organisasi dari dua Falkutas Psikologi lainnya, yaitu Falkutas Psikologi Padjadjaran (1961) dan Falkutas Psikologi Universitas Gajah Mada (1965). 

Perkembangan Psikologi industri dan organisasi tidak berlangsung tanpa masalah. Psikologi industri dan organisasi yang telah maju di negara-negara Barat memberikan bahan pengetahuan yang sangat banyak kepada Indonesia. Hasil penelitian, teori yang brkembang, metodologi dan perangkat peralatannya yang canggih tersedia bagi Indonesia untuk digunakan. 

Indonesia cukup beruntung karena tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan temuan-temuan guna menunjang berkembangnya teori, karena ada teori, aturan dan prinsip yang berlaku secara universal. Namun Indonesia harus tetap cermat mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang lebih di tentukan oleh masyarakat dan kebudayaan Indonesia. 

Masalah lain yang di hadapi ialah peluang yang terbatas untuk menembangkan psikologi Industri dan organisasi. Suatu ilmu dapat berkembang jika diadakan penelitian dasar dan terapan, serta jika ada peluang untuk menerapkan teori yang telah ada. Peluang, baik untuk penelitian maupun untuk penerapan ilmu. Faktor utama yang membatasi peluang adalah dana dan tenaga peneliti.