Kamis, 25 Agustus 2016

Kaitan PIO dengan Manajemen Sumber Daya Manusia

Di Indonesia banyak pula yang merasa sulit untuk membedakan psikologi industri dan organisasi dengan manajemen sumber daya manusia (msdm). Objek studinya sama, yaitu manusia sebagai tenaga kerja. Perbedaan utama terletak pada kondisi di mana manusia sebagai tenaga kerja dipelajari. 

Perilaku manusia dipelajari dalam kaitannya dengan manajemen. Bagaimana manusia sebagai tenaga kerja dapat dimanajemeni secara efektif, merupakan pertanyaan dasar. Banyak topik-topik sama yang dibahas oleh psikologi industri dan organisasi dan manajemen sumber daya manusia, seperti seleksi tenaga kerja, pelatihan, motivasi, kepemimpinan. manajemen sumber daya manusia membahas seleksi dalam proses harus berlangsung seefisien dan seefektif mungkin. 



Dalam proses ini manajer sumber daya manusia dibantu oleh psikolog yang memastikan bahwa seleksi menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kecakapan, keterampilan, sikap, dan ciri-ciri kepribadian lain yang diperlukan pekerjaan. Manajemen sumber daya manusia memanajemeni manusia sebagai tenaga kerja, di mana prinsip efisien (biaya yang di perlukan rendah, waktu yang diperlukan singkat) dan evektivitas (sasaran paling tepat dengan mutu paling baik) perlu di perhatikan.

Penguasaan di bidang psikologi industri dan organisasi akan sangat membantu seorang sarjana psikologi yang bekerja sebagai manajer sumber daya manusia. Dalam tugas-tugas seorang manajer sumber daya manusia banyak bagian dari tugas yang memerlukan pengetahuan psikologi industri dan organisasi.

Sejarah Industri dan Psikologi Di Dunia

Tahun 1901, Walter Dill Scott berbicara tentang kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan. Tahun 1903 ia menerbitkan bukunya The Theory of Advertising, yang dipandang sebagai buku pertama yang membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja (Schultz, 1982, halaman. 8). Tahun 1913 terbit buku lain dengan judul The Psychology of Industrial Efficiency yang ditulis oleh Hugo Muensterberg. yang membahas secara lebih luas bidang dari psikologi industri.
Frederick Winslow Taylor, seorang sarjana teknik, pelopor gerakan “scientific manajement” mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan kita.
Pada masa itu mulailah para sarjana psikologi melakukan eksperimen bersama-sama dengan para teknik industri menggarap obyek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikis dari manusia sebagai tenaga kerja.
Mulai tahun 1960-an penerapan psikologi di bidang penjualan, dengan mengadakan penelitian perilaku konsumen. Sehubungan dengan hal tersebut maka dimulai kegiatan promosi melalui berbagai media untuk menarik konsumen.
Para sarjana psikologi mendalami hubungan antar manusia dalam industri, mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan, struktur dan iklim berbagai macam organisasi, pola dan gaya komunikasi, struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja.
Fred Fiedler mengemukakan teori kepemimpinan yang di kenal sebagai contigency models of leadership, yang menyatakan situasi yang berbeda membutuhkan leadership style yang berbeda pula. Dalam era ini, teori-teori organisasi mulai tumbuh dan berkembang dengan lebih banyak variasinya.
Pada masa sampai Perang Dunia II, maka Classical organization theory mendominasi ranah teori organisasi. Pada tahun 1960-an, teory organisasi berkembang dengan pesat, baik di Inggris maupun di Amerika. Dapat dikatakan sejak era 1960-an, para ahli Psikologi Industri dan Organisasi mulai terpengaruh oleh masalah-masalah orgnisasi sebagai context individu yang berbeda. Pada tahun 1971, istilah Psikologi Industri dan Organisasi mulai digunakan di kalangan akademisi dan praktisi. 
Psikologi Industri dan Organisasi ini tidak saja membicarakan hal-hal yang tradisional dalam psikologi industri seperti seleksi dan lain-lain, tetapi mulai memasukkan faktor organisasi seperti kepemimpinan, komunikasi dalam organisasi sebagai bagian dari buku-buku Psikologi Industri dan Organisasi.
Frederick Winslow Taylor, seorang sarjana tehnik, mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan stuktur faal badan anggota badan kita. Pada masa itu mulailah para sarjana psikologi eksperimen bersama-sama dengan para sarjana tehnik industri menggarap objek studi yang baru, yaitu kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikik dari manusia sebagai tenaga kerja. 
Melalui eksperimen ditemukan hukum-hukum dan prinsip-prinsip umum yang diterapkan dalam menyusun suatu proses kerja yang efisien, merancang dan membuat alat-alat yang dengan kemampuan fisik dan psikik manusia. Dengan bekerja sama dengan sarjana tehnik, para sarjana psikologi memberi keterangan tentang kapasitas dan keterbatasan manusia dalam menggunakan peralatan canggih. Para sarjana psikologi juga membantu para perancang tehnik dalam tata letak panel alat, baik yang ada dalam mobil maupun yang ada di kokpit kapal terbang.
Akhirnya pada waktu bersamaan para sarjana psikologi sebagai kelanjutan mendalami hubungan antarmanusia dalam industri mulai mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan. Mereka mempelajari strukur, iklim dan budaya dari berbagai macam organisasi, pola dan gaya dari komunikasinya, struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja. Psikologi industri dan organisaisi di indonsesia baru di kenal dan di kembangkan di Indonesia sekitar tahun 1950-an.

Pengertian Psikologi Industri dan Organisasi

Istilah Psikologi Industri dan Organisasi merupakan terjemahan dari Industrial and Organizational Psychology. perlu ditambahkan bahwa industri tidak  hanya terjemahan dari Industry tetapi mencakup juga pengertian business (perusahaan).

Psikologi Industri dan Organisasi merupakan hasil perkembangan psikologi umum, psikologi eksperimen, dan psikologi khusus. 

Dewasa ini perilaku manusia dalam kaitannya dengan kegiatan industri dan organisasi dipelajari guna pengembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang berlaku umum dalam lingkup industri dan organisasi.

Di samping itu alat-alat untuk mengukur perbedaan antarmanusia juga masih tetap dikembangkan guna meningkatkan kecermatan dalam melaksanakan pemeriksaan psikologis dengan tujuan seleksi, penempatan, pengenalan diri, penyuluhan kejuruan, pengembangan karier.

Segi penerapan dari psikologi industri dan organisasi dapat menimbulkan berbagai macam tasfiran antara lain bahwa psikologi bermanfaat bagi manajemen, bagi pimpinan dan pemilik perusahaan dan merugikan para tenaga kerja dan konsumen.

Psikologi industri dan organisasi merupakan satu keseluruhan pengetahuan (a body of knowledge) yang berisi fakta, aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Pengetahuan ini dapat disalahgunakan sehingga dapat membahayakan dan merugikan pihak-pihak lain yang terlibat. Penggunaan pengetahuan psikologi industri dan organisasi harus ditujukan untuk kepentingan dan kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat (baik perusahaan sebagai organisasi, maupun para karyawannya).



Perlu ditambahkan bahwa persepsi dan sikap terhadap penerapan psikologi industri dan organisasi menentukan arti dan manfaatnya bagi yang bersangkutan. Misalnya seorang pelamar pekerjaan yang ditolak lamarannya dalam seleksi tenaga kerja. Ia merasa dirugikan oleh pemeriksaan psikologis dalam seleksi. Persepsi dan sikap terhadap pemeriksaan psikologis negatif. Ia tidak akan mampu melihat atau percaya bahwa pemeriksaan psikologis merupakan salah satu usaha untuk mempertemukannya dengan pekerjaan yang sesuai. 

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa psikologi industri dan organisasi perlu diupayakan penggunaannya untuk kepentingan dan kemanfaatan semua pihak yang bersangkutan, dan harus disadari akan tetap adanya kemungkinan penasfiran yang negatif terhadap penerapan ilmu agar dapat dihindari timbulnya penasfiran yang keliru.

Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia :
A. Dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen,
B. Baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya.

Sejarah Psikologi dan Organisasi di Indonesia

Psikologi sebagai ilmu baru dikenal dan di kembangkan di Indonesia sekitar tahun 1950-an. Sejak kemerdekaan Indonesia di akui Belanda sekitar tahun 1949, terdapat kegiatan psikologis dengan menggunakan tes psikologi. Tes ini di lakukan oleh : 
A. Balai psychotechniek dari kementrian pendidikan, mereka melakukan tes sebagai seleksi siswa untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan teknik, dan melakukan tes Psikometris untuk keperluan penjurusan sekolah 
B. Pusat Psikologi Angkatan darat di Bandung, yang menyelenggarakan seleksi dan penjurusan bagi para anggotanya, berdasarkan pengukuran psikometris. 

Pada tanggal 3 maret 1953, di bawah pimpinan Prof. Dr. Slamet Iman Santos didirikan Lembaga Asisten Psychologi, dan Balai Psychotechniek dari kementrian Pendidikan, pengajaran dan Kebudayaan RI dilebur ke dalamnya menjadi bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan. 

Bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan sekarang menjadi bagian Psikologi dan Organisasi. Psikologi industri yang merupakan cabang dari Psikologi yang ketika itu hanya menerapkan penggunaan tes dalam rangka seleksi dan penjurusan sekolah sejak itu berubah menjadi ilmu yang dapat dikembangkan teorinya melalui penelitian-penelitian.

Pengembangan psikologi industri dan organisasi di pelopori oleh Bagian Psikologi Industri dan Organisasi dari dua Falkutas Psikologi lainnya, yaitu Falkutas Psikologi Padjadjaran (1961) dan Falkutas Psikologi Universitas Gajah Mada (1965). 

Perkembangan Psikologi industri dan organisasi tidak berlangsung tanpa masalah. Psikologi industri dan organisasi yang telah maju di negara-negara Barat memberikan bahan pengetahuan yang sangat banyak kepada Indonesia. Hasil penelitian, teori yang brkembang, metodologi dan perangkat peralatannya yang canggih tersedia bagi Indonesia untuk digunakan. 

Indonesia cukup beruntung karena tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan temuan-temuan guna menunjang berkembangnya teori, karena ada teori, aturan dan prinsip yang berlaku secara universal. Namun Indonesia harus tetap cermat mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang lebih di tentukan oleh masyarakat dan kebudayaan Indonesia. 

Masalah lain yang di hadapi ialah peluang yang terbatas untuk menembangkan psikologi Industri dan organisasi. Suatu ilmu dapat berkembang jika diadakan penelitian dasar dan terapan, serta jika ada peluang untuk menerapkan teori yang telah ada. Peluang, baik untuk penelitian maupun untuk penerapan ilmu. Faktor utama yang membatasi peluang adalah dana dan tenaga peneliti.